Banyak orang sudah merasakan manfaat hypnotherapy, dan kini saya dapat
menyimpulkan bahwa hypnotherapy yang selama ini dianggap sebagai terapi pelengkap / pendukung , bahkan terapi
alternatif, ternyata suatu kekeliruan yang besar. Hypnotherapy dapat dijadikan bentuk terapi utama untuk kasus-kasus tertentu.
Pada kasus kasus psikis tertentu, mulai dari yang paling ringan
seperti patah hati, low self esteem, trauma, phobia, anger, insomnia,
bullying, sampai stress, anxiety, panick attack, depresi, dan bipolar mania
disorder, PTSD, hypnotherapy dapat menjadi terapi utama, bukan sekedar terapi pelengkap atau pendukung, karena
hypnotherapy dapat mencari "akar masalah" dari kasus-kasus di atas yang berada di pikirian bawah sadar klien, dan
menyelesaikannya, contohnya dengan age regression dan age progression.
Metode
hypnotherapy modern dengan orientasi kepada klien lebih banyak berperan untuk ‘membuka' kesadaran klien
untuk mengetahui masalah utamanya dan membantu klien untuk menyembuhkan atau menyelesaikan masalahnya oleh dia sendiri. klien
menjadi lebih merasa nyaman dengan kondisinya dan dapat menerima kondisinya, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya atau kegiatannya
sehari-hari.
Hypnotherapy
banyak menggunakan teknik relaksasi tetapi hypnotherapy juga bukan terapi relaksasi semata, relaksasi memang dapat dijadikan
salah satu teknik induksi yang membuat orang yang sedang stress menjadi rileks, tapi inti dari hypnotherapy adalah pemberian
sugesti / suggestion yang diberikan pada saat klien berada pada kondisi hypnotic sleep / hypnotic
state atau trance (sebenarnya saya kurang suka dengan istilah trance, karena berdasarkan pengalaman saya klien
agak merasa takut dengan kata "trance" kata "terhipnosis" mungkin lebih tepat), menurut
saya relaksasi tidak menjadi syarat mutlak dalam hypnotherapy, pemberian sugesti yang tepat lebih berguna daripada relaksasi.
Hypnotherapy langsung bekerja merubah pikiran bawah sadar (sub-conscious
mind) klien dengan pemberian suggestions (saran - saran baru) yang ditanamkan oleh sang therapist ke pikiran
bawah sadar klien, memberi post hypnotic suggestions, baru kemudian sang therapist akan mengajari klien untuk melakukan
self hypnosis.
Jika seorang klien yang sedang berada
dalam pengobatan medis, maupun alternatif terhadap gangguan fisik murni, seperti akupunktur, akupressure, refleksologi, detox
therapy, atau apapun namanya. Hypnotherapy dapat berfungsi sebagai terapi pelengkap / pendukung / penunjang.
Karena seorang hypnotherapist dapat meyakinkan klien bahwa bentuk terapi yang
dijalaninya akan berhasil. Hypnotherapy dapat membangun kepercayaan klien akan terapi yang sedang dijalani, membangun harapan
akan kesembuhan, dan pada akhirnya bersama dengan cara-cara pengobatan medis, atau alternatif, dapat bersinergi membebaskan
klien dari masalahnya atau penyakit dalam tanda kutip.
Yang menjadi
permasalahan, banyak hypnotherapist, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri, yang masih percaya bahwa ilmu yang
dimilikinya (hypnotherapy) adalah terbatas hanya sebagai terapi pelengkap atau pendukung saja.
Mengapa hal ini terjadi? Karena kebanyakan hypnotherapist juga masih memiliki sifat kurang
percaya diri karena ilmu yang masih dirasa kurang, ragu-ragu, kurang berani, terlalu berpatokan pada text book,
mencoba menterjemahkan dan menghafalkan script (buku yang berisi script kebanyakan berbahasa inggris) ,
kurang kreatif, dalam menyelesaikan masalah kliennya.
Mereka
tahu bahwa hypnotherapy dapat menjadi teknik anestesi pada kasus pembedahan, tapi belum pernah mencoba. Karena saya
kebetulan juga menjalankan klinik medis, saya pernah mencobanya ketika seorang klien harus menjalani sirkumsisi (khitan),
dan sama sekali tidak perlu lidocaine meskipun hanya satu ampul! Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena saya, dokter bedah
dan klien, sudah berdiskusi dan bekerjasama dalam pre-surgery discussion.
Seorang hypnotherapist tidak mengenal kata gagal, karena dalam proses hypnotherapy memang tidak ada kegagalan
(jika klien memenuhi kriteria sebagai orang yang dapat di-hypnosis seperti masih bisa berkomunikasi dengan baik, tidak mentally
retarded atau menderita penyakit jiwa yang berat ).
Hypnotherapy
juga tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah hypnotherapy yang diberikan oleh seorang hypnotherapist yang kurang berpengalaman.
Tingkat keberhasilan sebuah rangkaian hypnotherapy, ditentukan oleh banyak
faktor, diantaranya kepercayaan yang tinggi dari klien, kerjasama yang baik antara klien dan sang therapist, kedisiplinan
klien dalam mengikuti program therapy dan kepiawaian sang therapist dalam menguasai "the art of hypnotherapy", karena
memang hypnotherapy adalah sebuah "art of healing", hypnotherapy merupakan sebuah karya seni yang mengagumkan.
Oleh:
Achmad Ridwan Sudirjo,SH,CH,RH,LAPHP.
Trainer dan Registered Clinical Hypnotherapist